Agen Poker | Daftar Poker Online Terpercaya

Menara Penjualan XL Axiata Untuk Meningkatkan Efisiensi Mengurangi Biaya

Menara Penjualan XL Axiata Untuk Meningkatkan Efisiensi Mengurangi Biaya – Setelah negosiasi selama berbulan-bulan, perusahaan telekomunikasi XL Axiata telah setuju untuk menjual 2.782 menara telekomunikasi kepada dua perusahaan lokal dan berencana untuk menggunakan dana hasil untuk memperluas cakupan 4G-nya, serta untuk meningkatkan kualitas jaringan data selulernya.

Direktur keuangan XL Axiata M. Adlan bin Ahmad Tajudin mengatakan di Jakarta pada hari Rabu bahwa 1.728 menara telah dijual kepada PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan 1.054 menara untuk PT Centratama Telekomunikasi Indonesia.

Menara Penjualan XL Axiata

Perjanjian penjualan menara ditandatangani di Jakarta pada 7 Februari. Kami akan mengumpulkan Rp 4,05 triliun (US $ 296,55 juta) dari penjualan dan berharap untuk menutup kesepakatan pada akhir kuartal pertama, katanya. saat konferensi pers di Jakarta.

Setelah penjualan, Adlan mengatakan perusahaan akan terus menggunakan menara dengan menyewanya kembali dari pembeli selama 10 tahun. Langkah seperti itu akan membantu perusahaan menghemat dan meningkatkan efisiensinya secara signifikan dalam jangka panjang.

Menara Penjualan XL Axiata Untuk Meningkatkan Efisiensi Mengurangi Biaya

Dengan menjual menara, perusahaan publik juga dapat mengurangi biaya operasional dan risiko yang mungkin timbul dari menara.

“Dengan cara ini, kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk pemeliharaan menara, sewa tanah, lisensi dan membayar kompensasi kepada masyarakat di sekitar mereka,” jelasnya, menambahkan bahwa dengan penjualan menara, perusahaan dapat fokus pada layanan telekomunikasi.

Adlan mengatakan perusahaan berencana menggunakan hasil dari penjualan menara untuk mendukung pengeluaran modal tahun ini dan modal kerja.

Langkah serupa juga dilakukan oleh penyedia telekomunikasi publik Indosat, Oktober lalu, di mana ia menjual 3.100 menara telekomunikasi seharga Rp 6,39 triliun kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dan Protelindo.

Chief Executive Officer Indosat, Ahmad al-Neama, mengatakan penjualan akan memungkinkan perusahaan untuk mempercepat implementasi strateginya dan terus memastikan pengalaman terbaik bagi pelanggannya.

Sementara itu, presiden direktur XL Axiata Dian Siswarini mengatakan perusahaan telah mengalokasikan capex Rp 7,5 triliun tahun ini. Sekitar 80 persen dari alokasi tersebut akan digunakan untuk memperluas jaringan telekomunikasi, khususnya jaringan 4G-nya, sehingga 95 persen populasi dapat ditanggung oleh layanan ini. Link Bandar Ceme

Dia mengatakan perusahaan akan fokus pada ekspansi ke kota-kota dan kabupaten tertentu, terutama di luar Jawa, yang memiliki prospek bisnis yang baik.

Ekspansi akan dilakukan ke kota dan kabupaten yang dapat memberikan pengembalian investasi dalam tiga hingga empat tahun, kata Dian.

Kepala kelompok strategi dan arsitektur teknologi perusahaan, I Gede Darmayusa, mengatakan akan memperluas jaringan serat optiknya di kota-kota utama negara itu untuk meningkatkan kapasitas data seluler.

Tahun ini, perusahaan berencana untuk memperluas jaringan serat optiknya ke 100 kota baik di Jawa maupun di luar pulau, katanya. Ekspansi akan meningkatkan cakupan jaringan serat optik menjadi 70 persen, yang mencakup 300 kota.

Ini akan membantu kami mendorong konektivitas digital di antara para pelanggan kami, katanya.

Dian juga mengatakan perusahaan berencana untuk menggunakan kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin untuk mempersonalisasi paket data seluler. Strategi itu diharapkan meningkatkan layanan dan meningkatkan penjualan.

Semoga dengan strategi seperti itu, kinerja keuangan kita akan lebih baik daripada industri secara keseluruhan, katanya

Perusahaan membukukan kenaikan 15 persen year-on-year (yoy) pendapatan menjadi Rp 25,15 triliun pada 2019 dan kenaikan 17 persen yoy laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi menjadi Rp 9,97 triliun.

Please follow and like us:
error